Friday, July 5, 2013

minggu ke-10. video/film

Di pertemuan kesepuluh ini pak wahyu memberi tugas untuk membuat video. Pak wahyu mengarahkan dikelas kepada ketua kelas memilih 3 kelompok untuk membuat video dengan setting yang berbeda-beda antara lain: simeru, kantin dan perpustakaan dengan menggunakan kamera digital atau hp selama 25 menit. Setelah selesai video tersebut dipresentasikan didepan kelas dan kelompok yang lainnya mengomentari video tersebut dengan mengacu pada bahan bacaan yang telah disediakan. Setelah arahan dari pak wahyu selesai 3 kelompok yang telah diberi tugas tersebut langsung menuju TKP dan kelompok yang lain membaca materi yang telah disediakan sebagai bahan acuan untuk mengomentari video yang telah dibuat oleh 3 kelompok lain.
Bahan bacaannya antara lain:

TEKNIK SYUTING:

  • Bidikan dan   Cahaya
Pada saat syuting, supaya dihindari membidik sasaran dengan latar belakang dengan cahaya yang terang atau dominan. Cara ini akan menyebabkan sasaran syuting menjadi gelap, sedangkan latar belakang akan terlihat terang.
  • Waktu  Rekaman  (Durasi)
Kemampuan mata untuk mengidentifikasi sesuatu membutuhkan waktu sedikitnya lima sampai delapan detik. Apabila merekam lebih singkat dari waktu tersebut, objek yang telah direkam akan sulit dikenali oleh penonton. sebab, sebelum sempat diidentifikasi, gambar tersebut akan hilang dari layar,
  • Sudut ‐sudut   Pengambilan   Gambar
Ada beberapa macam sudut pengambilan gambar diantaranya:
1. Eye Level
Posisi pengambilan gambar yang selalu menyejajarkan posisi kamera dengan sudut pandang kameramen.
2. High Angle 
Posisi pengambilan gambar dengan kamera diarahkan kebawah. Untuk merekam aktivitas yang penuh gerak, seperti tarian kolosal atau demnstrasi mahasiswa, sebaiknya dari sudut ini karena gerak dapat terekam sekaligus dapat terjaga ketajamannya.
3. Low Angle
Setiap shot dengan kamera menengadah ke atas saat membidik sasaran. Angle ini dapat digunakan untuk merangsang rasa kagum, emningkatkan ketinggian dan kecepatan subjek, mengurangi latar muka (foreground) atau latar belakang (background) yang tidak disukai, medistrorsikan garis-garis komposisi guna menciptakan perspektif yang lebih kuat, dan juga membuat efek dramatik pada gambar.
4. Dutch Angle
Angle kamera yang membentuk efek ketidakstabilan gambar-gambar seperti ini hanya untuk sequence yang membutuhkan efek  kengerian, kekerasan, tidak stabil, atau efek-efek impresionistik. Sebagai contoh, dalam film penggambaran tokoh yang sedang mabuk atau dalam keadaan emosional.
  • Macam Bidang Pandangan pada saat Syuting

Ada beberapa macam bidang pandangan pada saat syuting yaitu:
1. Long Shot
2. Full Shot
3. Medium Shot
4. Medium Close up. 
5.Close Up
6. Extreme Close Up
  • Gerakan kamera
1. Pan, panning adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya 
  • Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan)
  • Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri)
2. Tilt, tilting adalah gerakan kamera secara vertical, mendongkak dari bawah ke atas atau sebaliknya.
  • Tilt up (mendongkak ke atas)
  • Tilt down (mendongkak ke bawah)
3. Dolly, track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subjek.
  • Dolly in ( mendekati subjek)
  • Dolly out (menjauhi subjek)
4. Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan.
  • Pedestal Up: kamera dinaikan
  • Pedestal down: kamera diturunkan.
5. crab adalah gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subjek yang sedang berjalan.
  • Crab left 9bergerak ke kiri)
  • Crab right (bergerak ke kanan)
6. Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri atau sebaliknya.
7. Zoom adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optikal, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya.
  • Zoom in ( mendekati obyek dari long shot ke close up)
  • Zoom out ( menjauhkan obyek dari close up ke long shot)
  • Setting Lokasi (Blocking Area /Location Set)  
1. Shooting in door biasanya dilakukan untuk siaran berita, shooting green/ blue screen, talk show dan lain-lain.
2. Shooting out door basanya dilakukan untuk acara petualangan, bencana alam, kondisi sosial masyarkat dan lain-lain.
Demikian postingan minggu kesepuluh...sampai jumpa di minggu berikutnya.......

0 comments:

Post a Comment